Oksidasi Aman dengan Mencukup Antioksidan

Oksidasi Aman dengan Mencukup Antioksidan

Oksidasi Aman dengan Mencukup Antioksidan, – Dalam tubuh kita, selalu berlangsung reaksi oksidasi selama kita hidup. Hampir semua reaksi kimiawi yang terjadi dalam tubuh kita melalui reaksi oksidasi. Dari reaksi oksidasi, tercipta oksidan yang tidak lain adalah radikal bebas. Dengan adanya radikal bebas tersebut, kita perlu mencukupi antioksidan dalam tubuh kita untuk menjaga keseimbangan, karena radikal bebas dapat menyebabkan reaksi berantai yang bisa merusak sel-sel tubuh.

Oksidasi Aman dengan Mencukup Antioksidan

Reaksi oksidasi merupakan reaksi yang melibatkan oksigen. Oksigen memang menjadi zat yang sangat penting dalam keberlangsungan semua makhluk hidup. Dalam tubuh kita, oksigen berperan saat kita bernapas dan melakukan metabolisme untuk menghasilkan energi. Oksigen adalah napas kehidupan. Karena reaksi oksidasi dalam tubuh merupakan proses yang alami, maka kita tidak bisa menolak adanya radikal bebas, yang memang dihasilkan dari proses oksidasi tersebut.

Selain dari hasil reaksi oksidasi, radikal bebas juga dapat kita jumpai berasal dari benda mati yang ada di sekeliling kita, sehingga jumlah radikal bebas yang memapar tubuh kita jadi semakin banyak. Dan dengan banyaknya radikal bebas, maka tubuh kita sangat memerlukan antioksidan untuk menyeimbangkannya. Pasalnya, jika radikal bebas (prooksidan) tidak seimbang dengan antioksidan, maka akibatnya dapat menyebabkan stres oksidatif. Akibatnya menimbulkan kerusakan yang lebih banyak (kerusakan oksidatif) mulai dari sel, jaringan, hingga ke organ tubuh, sehingga mempercepat proses penuaan dan menyebabkan munculnya berbagai penyakit.

Proses oksidasi yang melepaskan radikal bebas memiliki dampak merusak sel-sel tubuh. Kerusakan yang disebabkan oleh adanya radikal bebas dalam waktu yang lama akan dapat memicu penyakit kanker. Dan untuk mencegah hal tersebut, maka tubuh kita memerlukan antioksidan untuk dapat mengembalikan kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh adanya proses oksidasi hingga batas-batas tertentu. Antioksidan sendiri merupakan senyawa yang menghambat proses oksidasi. Dan antioksidan bisa berasal dari dalam tubuh maupun dari makanan yang dikonsumsi.

Seperti Apa Oksidasi yang Berbahaya?

Setiap waktu tubuh selalu berinteraksi dengan oksigen secara terus-menerus. Aktivitas tersebut menghasilkan radikal bebas. Akan terjadi stres oksidatif jika saja jumlah radikal bebas tidak seimbang dengan pertahanan tubuh atau antioksidan, atau cenderung lebih banyak radikal bebas.

Radikal bebas sendiri merupakan molekul yang sangat reaktif dalam berinteraksi dengan molekul-molekul lain di dalam sel tubuh. Akibat terlalu reaktif, intervensi oleh radikal bebas menyebabkan kerusakan oksidatif pada membran sel, berbagai protein, dan gen. Jika kerusakan tersebut terjadi, maka tubuh berisiko tinggi terserang berbagai penyakit.

Radikal bebas juga tidak hanya dihasilkan dari seringnya interaksi antara tubuh dengan oksigen, namun juga bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar tubuh. Polusi, paparan sinar matahari, limbah industri, dan merokok merupakan faktor pemicu munculnya radikal bebas di dalam tubuh. CARA MENGOBATI PSORIASIS

Bahaya Oksidasi Berlebihan di Dalam Tubuh

Adanya radikal bebas yang berlebihan di dalam tubuh sering kali dihubungkan dengan berbagai penyakit yang menyerang tubuh. Sebagian besar pihak menduga bahwa stres oksidatif memiliki peranan yang sangat penting terhadap munculnya penyakit neurodegeneratif, yaitu penyakit progresif dari sistem saraf.

Penyakit-penyakit neurodegeneratif yang sering dihubungkan dengan stres oksidatif adalah penyakit alzheimer, penyakit parkinson, dan penyakit multiple sclerosis. Selain itu, penyakit Lou Gehrig (ALS) dan penyakit Huntington juga sering duhubungkan dengan stress oksidatif dalam tubuh.

Berbagai penyakit kardiovaskular tertentu juga diduga kuat berhubungan dengan stres oksidatif. Penyakit kardiovaskular biasanya akan terjadi jika kolesterol jahat (LDL) menumpuk di dinding arteri mengalami oksidasi, yang menjadi awal dari terjadinya pembentukan plak di dinding arteri.

Penyakit lainnya yang juga sering kali dihubungkan dengan stres oksidatif adalah penyakit kanker. Radikal bebas dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan langsung pada DNA dan membuat tubuh mengalami mutasi genetik. Radikal bebas juga dapat membuat kanker menyerang jaringan sekitar serta menyebar ke area lain di dalam tubuh, menghalangi kematian sel, dan memicu pertumbuhan sel. Jika stres oksidatif bercampur dengan infeksi Helicobacter Pylori, maka kemungkinan besar bisa mempercepat perkembangan kanker lambung.

Kemungkinan lainnya yang dapat terjadi akibat stres oksidatif adalah penyakit stroke, diabetes, serangan jantung, dan kelelahan kronis.

Merealisasi Langkah-langkah Penghambatan

Supaya proses oksidasi tidak menjadi bahaya terhadap tubuh, maka yang harus dilakukan adalah dengan mencukupi kebutuhan tubuh akan antioksidan. Sebenarnya, tubuh juga sudah memproduksi sendiri senyawa penetral radikal bebas tersebut. Akan tetapi, senyawa penetral radikal bebas yang diproduksi tubuh tersebut tidak cukup mampu untuk menetralkan semua radikal bebas yang ada dalam tubuh. Terlebih jika gaya hidup yang kita jalani berisiko memperbanyak radikal bebas.

Kemampuan tubuh dalam menghasilkan senyawa penetral radikal bebas dipengaruhi oleh faktor genetik seseorang dan faktor-faktor luar seperti kondisi lingkungan, diet makanan tertentu, dan kebiasaan merokok. Untuk memperbaikinya, perubahan gaya hidup sangat perlu dilakukan, meliputi asupan makanan yang dikonsumsi dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Beberapa makanan yang mengandung antioksidan bisa kita dapatkan dengan mudah, baik itu dalam bentuk suplemen maupun dalam bentuk makanan sehari-hari seperti buah dan sayuran. Suplemen antioksidan yang bisa kita konsumsi misalnya suplemen vitamin C, vitamin E, dan beta karoten. Sementara untuk makanan, banyak buah dan sayuran yang banyak mengandung antioksidan, seperti jeruk, wortel, tomat, teh hijau, hitam, dan oolong juga mengandung antioksidan yang baik untuk dikonsumsi.

Oksidasi Aman dengan Mencukup Antioksidan, – Dengan bahayanya proses oksidasi yang berlebihan, maka sudah tentu kita harus mengubah gaya hidup dan juga pola makan agar dapat menghindari bahaya radikal bebas tersebut.

Baca Juga :

Waspada, Bahaya Dehidrasi Pada Masa Kehamilan

Apa Saja Manfaat Vitamin A Untuk Tubuh ?

Berapa Banyak Karbohidrat yang Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes ?

1 thought on “Oksidasi Aman dengan Mencukup Antioksidan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *