Inilah Penjelasan Mengenai Menyusui Mencegah Kehamilan

Inilah Penjelasan Mengenai Menyusui Mencegah Kehamilan

Inilah Penjelasan Mengenai Menyusui Mencegah Kehamilan

Pernahkah anda mendengar bahwa menyusui bisa mencegah wanita hamil? Inilah penjelasannya secara ilmiah mengapa seorang ibu menyusui bisa tidak hamil karena menyusui !

Baca : Cara Mengobati Psoriasis

Ada kemungkinan seorang ibu akan menunda menstruasi untuk menyusui setelah melahirkan. Ibu menyusui memiliki hormon prolaktin. Hormon Air Susu Ibu (ASI) juga bekerja keras untuk mengendalikan pelepasan hormon yang bertanggung jawab untuk finalisasi, membuahi sel telur, membentuk lapisan rahim untuk menjaga sel telur yang telah dibuahi.

Penundaan menstruasi alami disebut amenore laktasi (lactational amenorrhea atau LAM). Jadi, hingga beberapa bulan, antara ibu menyusui pada bayi baru lahir, ibu tidak bisa hamil, atau dengan kata lain ibu tidak subur. Mungkin cara alami tubuh untuk memberi tahu Anda bahwa seluruh kapasitas tubuh ibu hanya mungkin disiapkan dengan bayi yang berbeda yang tidak menangani bayi yang baru lahir itu mungkin. LAM dikenal efektif dalam mencegah kehamilan saat ibu memenuhi beberapa persyaratan.

Di sini, antara lain, Anda bisa mencegah kehamilan berikutnya, menyusui bisa dilakukan Beberapa kondisi adalah sebagai berikut :

  • Bunda belum haid setelah melahirkan atau setelah nifas

Jika ibu menyusui sedang mengalami siklus, maknanya tidak bisa lagi mengandalkan ASI sebagai kontrasepsi alami dan bisa hamil kapan saja. Namun, ada juga sekitar 5% ibu hamil dan menyusui sebelum menstruasi mereka. Hal ini karena wanita adalah fase subur ovulasi, oleh karena itu 12-16 hari sebelum menstruasi, yaitu.

  • Bayi harus berusia maksimal enam bulan

Ibu menyusui perlu menggunakan metode kontrasepsi lain untuk mencegah kehamilan setelah 6 bulan pada bayi. Pada saat ini, kemungkinan ibu hamil lagi harus tinggi.

Baca Juga : Jangan Biasakan Minum Obat Tidur, Berbahaya !

  • Bunda harus memberikan ASI secara eksklusif

Artinya bayi akan mendapat ASI sekaligus langsung dari botol. Dalam banyak kasus, sebagai kebutuhan bayi, menyusui setiap 2-3 jam di siang hari? Selain itu, kami memberikan perawatan di malam hari dengan interval menyusui yang tidak lebih dari enam jam. Karena kadar hormon cenderung menjadi ibu dari infertilitas tertinggi saat tidur, ibu menyusui perlu dirawat di malam hari untuk menekan ketidaksuburan hormon hormon prolaktin. Jika bayi mulai tidur sepanjang malam tanpa mencari ASI, maka hormon perawatan kesuburan berarti ibu tersebut tidak berada dalam tahap LAM dan akan kembali bekerja seperti biasa.

Bayi menunggu pengenalan makanan padat sampai setidaknya 6 bulan. Selain itu, tetapkan makanan padat, tidak ada pengganti ASI. Makanan padat saat bayi diberikan mulai mengurangi konsumsi susu, artinya ibu perlu mengurangi makanan padat sehingga ia bisa kembali menambah asupan susu. Studi tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui dilatih untuk melakukan langkah LAM ini, yang bisa memiliki durasi rata-rata 14 bulan sebelum menstruasi dan pembuahan kembali. Inilah Penjelasan Mengenai Menyusui Mencegah Kehamilan.

Jika bayi bisa tidur nyenyak di malam hari, LAM mungkin tidak benar, secara alami di atas usia bayi, jauh dari ibu untuk memperbaiki makanan padat, berikan jarak dengan ASI. Apa yang terjadi setelah tes kehamilan positif ibu, bukan periode LAM sesudahnya?

Bunda Dinyatakan Aman untuk Menyusui saat Hamil

Saat hamil, ibu bisa terus menyusui. Tidak perlu khawatir dengan kekurangan nutrisi yang menghasilkan susu dan bayi sehat tumbuh di rahim. Dengan mengonsumsi konsistensi untuk memenuhi makanan sehat seimbang dan asupan air, ibu bisa memenuhi semua kebutuhan tersebut. Namun, selama kehamilan, menyusui sementara menyusui tidak hamil berbeda. Ibu saya akan menemukan beberapa perubahan berikut.

Baca : Cara Mengobati Psoriasis

  • Menyusui menjadi kurang nyaman

Selama kehamilan, puting dan nyeri payudara dikombinasikan dengan kelelahan yang terkait dengan hormon kehamilan, ibu hamil menyusui ketidaknyamanan umum akan menjadi lebih nyata.

  • Balita menjadi kurang berselera mengonsumsi ASI

Saat bayi bisa bicara, ia mungkin akan mengungkapkan bahwa ia akan membuat rasa ASI berbeda. Karena sang ibu menghasilkan kolostrum, susu kekuningan tebal menjelang akhir kehamilan, nyatanya, rasa susu akan berbeda.

  • Terjadi kontraksi ringan

Ibu terkadang mengalami beberapa kontraksi ringan, namun hal ini tidak dikhawatirkan seperti normal akibat rangsangan payudara yang memicu pelepasan hormon oksitosin. Namun, dalam kondisi kehamilan normal, kadar hormon ini tidak akan memicu persalinan dini. Meski kontraksi ini, ibu yang bukan merupakan masalah kehamilan bebas komplikasi, dokter mungkin bisa mencegah menyusui selama kehamilan berisiko masih menerima kelahiran prematur.

Pada dasarnya panjang LAM bervariasi dengan wanita dan tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, untuk mencegah kehamilan pascapersalinan, ibu dapat menggunakan alat kontrasepsi sebagai alat kontrasepsi sebagai alat kontrasepsi, pil kontrasepsi yang hanya berisi progestin, Depot · Injeksi Provera, atau uterus (IUD) sebagai alat kontrasepsi transplantasi. Inilah Penjelasan Mengenai Menyusui Mencegah Kehamilan.

Baca Juga : Olahraga Memang Memiliki Segudang Manfaat Untuk Kesehatan

1 thought on “Inilah Penjelasan Mengenai Menyusui Mencegah Kehamilan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *