Bahaya Kesehatan Akibat Terlalu Sering Terpapar AC

Bahaya Kesehatan Akibat Terlalu Sering Terpapar AC

Bahaya Kesehatan Akibat Terlalu Sering Terpapar AC

AC menjadi salah satu alat elektronik penunjang pekerjaan. Banyak perusahaan atau kantor yang memasang AC di tempat kerja sebagai fasilitas untuk memberikan kenyamanam dalam bekerja. Namun, tahukah anda bahwa AC ternyata tidak baik untuk kesehatan. Mari kita bahas mengenai Bahaya Kesehatan Akibat Terlalu Sering Terpapar AC. Simaklah ulasan selengkapnya berikut ini !

Baca : Cara Mengobati Psoriasis

AC atau Air Conditioner, pada hakikatnya adalah sebuah alat yang mengatur suhu udara, biasanya dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan, dan membuat udara di ruangan menjadi lebih nyaman. AC diciptakan untuk mengatur suhu dan kelembapan di dalam ruangan. Maka tak heran jika di jaman modern seperti sekarang ini AC menjadi salah satu fasilitas sebuah kantor atau perusahaan, untuk memberikan kenyamanan kepada para pekerja. Namun disamping itu, penggunaan AC ternyata memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan.

Pendapat Ahli Tentang Bahaya AC

Seorang ahli syaraf dari Rumah Sakit International Bintaro, Dr. Wendra Ali.Sp.S, menyatakan bahwa AC dapat membuat tubuh kekurangan air dan juga menyebabkan hiportemia. Bahkan dampak yang paling buruk adalah mengundang kematian akibat adanya peningkatan kejenuhan konsentrasi dari karbon dioksida serta jumlah oksigen yang menurun.

Antara tahun 2003 sampai 2005, ada sekitar 20 kasus kematian yang penyebabnya adalah karena terlalu lama terpapar suhu AC, yang mana diantaranya terjadi saat tidur. Meskipun tinjauan medis masih ada dugaan faktor lainnya yang memungkinkan terjadi kematian, akan tetapi tidak dimungkiri sama sekali bahwa penggunaan AC ikut mempengaruhinya.

Bahaya Penggunaan AC Terhadap Kesehatan

  • Sesak Nafas

Dampak buruk AC salah satunya adalah menyebabkan sesak nafas. Sebab, sebagai pengatur suhu udara, AC tentu akan berpengaruh terhadap sistem pernapasan kita yang memang terkait dengan kondisi udara di sekitar. Dan perlu diketahui juga bahwa AC itu mengandung zat kimia seperti formaldehida dan p-dichlorobenzene, yang mana kandungan zat kimia tersebut memicu penyakit pernapasan seperti sesak nafas atau asma.

  • Bahaya Bagi Mata

Sebuah penelitian menemukan bahwa AC memiliki dampak buruk terhadap mata. Gangguan mata seperti konjungtivis dan blepharitis sangat beresiko terjadi pada orang yang terlalu lama berada di ruangan ber-AC.

Baca Juga : Ternyata Mengunyah Permen Karet Memiliki Manfaat Untuk Kesehatan

  • Kulit Kering

AC juga dapat menyebabkan tubuh mengalami mengalami kekeringan dan kekurangan air putih. Akibatnya, kulit juga akan terkena dampaknya. Kulit jadi kering karena produksi selaput lendir jadi berkurang.

  • Flu dan Pilek

Seorang konsultan bedah THT dari Hinduja Hospital, Dr. Gauri mengatakan bahwa, AC melakukan pendinginan melalui proses penguapan, sehingga efeknya akan membuat selaput lendir di hidung dan mulut seseorang jadi mengeringkan. Dan hal itu dapat mengakibatkan tenggorokan, hidung, dan sinus mengalami masalah, seperti flu dan pilek. Dampak AC ini memang sama seperti kipas angin.

  • Kekebalan Tubuh Menurun

Sel-sel imun akan berperan sangat aktif ketika tubuh berada dalam kondisi udara yang lembab. Sel-sel imun juga akan semakin efektif membunuh virus dan juga bakteri dalam kondisi yang lembab. Dan AC, yang memiliki humfilder membuat kondisi udara jadi kering, maka dampak dari penggunaan AC ini akan membuat sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi lemah atau menurun.

  • Mudah Lelah

Selain kekebalan tubuh yang menurun, AC juga berdampak pada kondisi tubuh yang bisa menjadi mudah lelah, karena ketika berada di ruangan ber-AC, tubuh akan kurang menghirup udara segar alami. Dan jika terlalu lama berada di ruangan ber-AC, akan beresiko merasakan mual, mengalami gangguan syaraf, dan juga disertai sakit kepala bahkan hingga depresi.

  • Ancaman Tertular Penyakit

Kurangnya sirkulasi udara di ruangan ber-AC, dapat mengakibatkan potensi penularan virus, bakteri, dan juga kuman menjadi lebih besar terjadi dari satu orang ke orang lainnya yang berada di ruangan yang sama. Jadi, jika dalam satu ruangan ber-AC terdapat orang yang sedang sakit menular, maka potensi penularan sangat mungkin terjadi.

Baca : Cara Mengobati Psoriasis

  • Leher Tengeng

Leher tengeng adalah sebuah kondisi di mana leher terasa nyeri atau sakit saat menoleh. Kondisi ini biasanya terjadi atau dirasakan saat bangun tidur. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan nama tortikolis. Kondisi membuat penderita merasa nyeri di leher dan terasa sakit saat menoleh ke salah satu sisi, kanan atau kiri. Jika dipaksakan menoleh, biasanya sakit akan terasa hebat seperti tersengat listrik. Kondisi ini bisa terjadi atau dialami jika tidur dalam ruangan ber-AC. Ya, tidur pada kondisi dingin memang dapat memicu leher tengeng ketika bangun tidur.

  • Kelumpuhan Wajah

Kelumpuhan wajah dapat dikenali dengan gejala seperti mulut miring, sulit bicara, pengecapan mulai berkurang, saat minum sampai meluber, susah berkumur, dsb. Dan berdasarkan sebuah penelitian, kondisi kelumpuhan wajah ini dapat disebabkan oleh infeksi virus udara atau angin. Dan penggunaan AC ikut berperan dalam penyebaran infeksi virus penyakit menular ini. Untuk itu, AC sangat perlu untuk dibersihkan secara rutin, agar dapat mengurangi resiko penyebaran virus.

  • Bahu Beku

Bahu beku (Frozen Shoulder) adalah sebuah kondisi di mana penderita merasakan nyeri di bagian bahu sampai lengan. Kondisi ini mengakibatkan tangan terasa sangat sakit saat digerakkan. Selain itu, penderita juga akan kesulitan beraktivitas yang membutuhkan gerakan mengangkat tangan, karena terasa sakit. Salah satu penyebab kondisi seperti ini adalah akibat tidur dalam ruangan yang ber-AC.

  • Sindrom Carpal Tunnel

Sindrom carpal tunnel bisa dikenali melalui gejalanya berupa kesemutan dan nyeri pada tangan, terutama pada jari-jari. Kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan syaraf pada pergelangan tangan. Gejalanya bisa lebih terasa jika berada dalam ruangan ber-AC terlalu dingin.

Baca : Cara Mengobati Psoriasis

  • Gangguan Kehamilan

Para ahli berpendapat bahwa ibu hamil yang terlalu lama berada di ruangan ber-AC akan mengalami gangguan kehamilan. Sebab, senyawa phthalates pada AC akan berdampak buruk terhadap kondisi janin, yang berpotensi lahir cacat.

  • Gangguan Reproduksi

Selain gangguan kehamilan, AC juga dapat mengakibatkan gangguan reproduksi. Penyebabnya juga sama, yaitu karena kandungan senyawa phthalates yang merupakan senyawa asam phthalic. Jika zat tersebut terlalu lama berinteraksi dengan tubuh, maka dapat menyebabkan masalah pada sistem reproduksi.

  • Nyeri Sendi dan Otot

Sebuah penelitian menyatakan bahwa suhu AC yang terlalu dingin dapat mempengaruhi  viskositas. Suhu yang ekstrim tersebut akan mempengaruhi cairan lubrikasi pada sendi-sendi jadi berkurang. Hal tersebut menyebabkan persendian mudah nyeri.

  • Berat Badan Bisa Bertambah

Secara mengejutkan, berada di ruangan ber-AC ternyata dapat mempengaruhi berat badan, di mana berat badan bisa bertambah jika terlalu lama berada di ruangan ber-AC. Hal ini disebabkan karena AC dapat mempengaruhi penurunan metabolisme tubuh, yang mana membuat pembakaran kalori jadi melambat bahkan berhenti, sehingga membuat tubuh bertambah gemuk. Pasalnya, kebanyakan yang kita makan sehari-hari adalah makanan yang berkalori.

Jadi, itulah beberapa Bahaya Kesehatan Akibat Terlalu Sering Terpapar AC. Oleh karena itu, mulai dari sekarang sebaiknya batasi penggunaan AC dalam ruangan. Jika anda bekerja di ruangan yang ber-AC, maka sering-sering lah keluar dalam setiap beberapa menit untuk memperoleh udara segar atau sebatas pergi ke toilet, agar tidak terus menerus terpapar AC.

Baca Juga : Beginilah Cara Terbaik Mengatasi Insomnia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *